Rabu, 16 Maret 2011

             A.  Pendahuluan

Bilangan ataupun angka,tentu sudah tidak asing bagi Anda. Anda sering menggunakan bilangan ataupun angka dalam penghitungan, pengurangan, perkalian. Anda menggunakan angka dan bilangan untuk menghitung sesuatu dari 1-9, atau bahkan perkalian dari 10-100.
                                                                                                          

  Setiap bilangan dan angka memang tidak terbatas, tidak diketahui angka yang terkecil ataupun yang terbesar bahkan antara angka yang satu dengan yang lain jaraknya juga tidak ada batasnya.


  Tentu bagi seorang kimiawan dan fisikawan tidak asing dengan angka angka kecil dibawah nol, bagi akuntan tidak asing dengan angka-angka diatas satu juta atau bahkan miliaran. Namun sering kali kita mampu memahami(menuliskan) sekecil atau sebesar apapun bilangan  itu tetapi tidak mengetahui nama atau penyebutanya. Taukah anda bilangan diatas 1000 miliar (diatas 1 triliun)? Ataukan Anda tau bilangan diatas 1000 teriliun? Jarang yang bisa menjawab. Jawabanya adalah kwadriliun. Namun taukah anda sebutan angka dengan 102 nol? Untuk lebih jelasnya anda simak uraian tabel berikut ini.


B.     Pembatasan Masalah

 Untuk referensi saya mandapat dari sebuah buku, namun saya belum menemukan judul dll. Karena saya mendapatkan buku tsbt sudah terpisah-dengan sampulnya jadi saya gunakan sumber dari wab. Terutama sampai vigintiliun itu ada disebuah buku.

  Kemudian dalam   tabel buku itu ada istlah dwita untuk menyebut miliar. Dan istilah lainnya yang berasal dari serapan bahasa samsekerta. Istilah tersebut tidak relevan karena saat ini istilah dwita, dwiyar  tidak digunakan scara umum oleh masyarakat luas. Pemerintah dan masyarakat umum ylebih sering menggunakan istilah miliar dan triliun.Dan ditegaskan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  menggunakan istilah kuadriliun dn kuantiliun. Untuk itu saya mengunkan istilah serapan asing bukan yang dari serapan jawa kuno atau sansekerta. Kemudian, sudah kita ketahui, pemerintah ataupun masyarakat luas tidak menggunakan biliun atau biliar dalam kehidupan sehari hari kenyataanya seperti itu, 10 Juta, 100 Juta, 1 Miliyar, 10  miliyar, 100 Miliyar dan teriliun. Dipembahasan kita kali ini akan lebih banyak mengupas angka diatas 1000 teriliyun.




C.     Pembahasan

     Hirarki nomor secara universal adalah: sepuluh, seratus, seribu, million, billion, trillion, quadrillion, quintillion, sextillion, septillion, octillion, nonillion, decillion, undecillion, duodecillion, tredecillion, quattuordecillion, uindecillion, sexdecillion, septendecillion, octodecillion, novemdecillion, vigintillion.

 Dalam sistem notasi Amerika (skala pendek), setiap nomor adalah seribu kali lipat dari jumlah sebelumnya. Jadi, satu miliar adalah seribu kali satu juta dan satu trilyun adalah seribu miliar.

Namun, dalam sistem Inggris (sebelum 1974), Perancis, dan Jerman (skala panjang), setiap nomor adalah satu juta kali angka sebelumnya. Jadi, sementara vigintillion ditulis sebagai 1 diikuti 63 angka nol oleh Amerika - itu diikuti oleh tidak kurang dari 120 angka.
Indonesia menggunakan sistem notasi Amerika (skala pendek).




Nomor
Nama Bilangan
Jumlah Nol
1
Juta
6
2
Miliar
9
3
Triliun
12
4
Kuadriliun
15
5
Kuintiliun
18
6
Heksiliun (Sextillion)
21
7
Heptiliun (Septillion)
24
8
Oktiliun
27
9
Noniliun
30
10
Desiliun
33
11
Undesiliun
36
12
Duodesiliun
39
13
Tredesiliun
42
14
Kuatuordesiliun
45
15
Kuindesiliun
48
16
Seksdesiliun
51
17
Septendesiliun (Septdecillion)
54
18
Oktodesiliun
57
19
Novemdesiliun (Nondecillion)
60
20
Vigintiliun
63
21
Unvigintiliun
66
22
Dovigintiliun (Duovigintillion)
69
23
Trevigintiliun
72
24
Kuatrovigintiliun
75
25
Kuinvigintiliun
78
26
Seksvigintiliun
81
27
Septenvigintiliun
84
28
Oktovigintiliun
87
29
Novemvigintiliun
90
30
Trigintiliun
93
31
Unvigintiliun (untrigintillion)
96
32
Dovigintiliun (duotrigintillion)
99
33
Googol / (10 duotrigintillion)
100
34
Trevigintiliun (Trestrigintillion)
102
35
quattuortrigintillion
105
36
quintrigintillion
108
37
sextrigintillion
111
38
septtrigintillion,septentrigintillion
114
39
octotrigintillion
117
40
Novemtrigintillion
 120
41
Quadragintillion
123
42
unquadragintillion
126
43
duoquadragintillion
129
44
trequadragintillion
132
45
quattuorquadragintillion
135
46
quinquadragintillion
138
47
sexquadragintillion
141
48
septquadragintillion,septenquadragintillion
144
49
 octoquadragintillion
147
50
novemquadragintillion
150
51
Quinquagintillion
153
52
unquinquagintillion
 156
53
duoquinquagintillion
159
54
trequinquagintillion
162
55
quattuorquinquagintillion
165
56
quinquinquagintillion
168
57
sexquinquagintillion
171
58
septquinquagintillion,septenquinquagintillion
174
59
octoquinquagintillion
177
60
Novemquinquagintillion
 180
61
Sexagintillion
183
62
unsexagintillion
186
63
duosexagintillion
189
64
tresexagintillion
192
65
quattuorsexagintillion
195
66
quinsexagintillion
198
67
sexsexagintillion
201
68
septsexagintillion,septensexagintillion
204
69
octosexagintillion
207
70
Novemsexagintillion
210
71
Septuagintiliun
213
72
unseptuagintillion
 216
73
duoseptuagintillion
219
74
treseptuagintillion
222
75
quattuorseptuagintillion
225
76
quinseptuagintillion
228
77
sexseptuagintillion
231
78
septseptuagintillion,septenseptuagintillion
234
79
octoseptuagintillion
237
80
Novemseptuagintillion
240
81
Octogintillion
243
82
Unoctogintiliun
 246
83
Duooctogintiliun
249
84
Treoctogintiliun
252
85
Quattuoroctogintiliun
255
86
Quinoctogintiliun
258
87
Sexoctogintillion
261
88
septoctogintillion,septenoctogintillion
264
89
octooctogintillion
267
90
novemoctogintillion
270
91
Nonagintillion
273
92
unnonagintillion
 276
92
duononagintillion
279
94
trenonagintillion
282
95
quattuornonagintillion
285
96
quinnonagintillion
288
97
sexnonagintillion
291
98
septnonagintillion,septennonagintillion
294
99
octononagintillion
297
100
Novemnonagintillion
300
101
Centillion
303
102
ducentillion
 306
103
Duocentillion
309
104
Trescentillion
312
105

315
106

318
107

321
108

324
109

327
110

330
111

333
112
Sentrumsedesiliun
351
113
Primo-Vigesimo-Centiliun
366
114
Trestrigintacentillion
402
115
Ducentillion
603
116
Septenducentillion
624
117
Trecentillion
903
118
Sexoctingentillion
2421
119
Millilliun
3003
120
Milli-Miliun
3000003
121
10 googol / Googolplex
10,000,000
122
To omany
?







Data yang terahir penulis dapatkan bahwa googolplex merupakan bilangan yang paling besar yang sapai saat ini bisa diterka dalam kelompok nominal. Yaitu dengan angka 1 dengan 10 juta nol. Bilangan yang tidak bulat dengan nominal satu dan nol tidak dimasukan dalam kategori ini, misal 15.000.000 atau Graham's Number dengan melibatkan seluruh angka bilangan.

Nominal dengan nol 315 hingga 333 belum teridentifikasi istilahnya maka penulis kosongkan.

Penulis akan terus mencoba memutahirkan data dengan mencari dari berbagai sumber. Pembaca sangat penulis harapkan menberikan masukan dan referensi tambahan sehingga data semakin lengkap.






REFRENSI

http://delphi-id.org/dpr/index.php?name=PNphpBB2&file=printview&t=5636&start=0


http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=1923&page=33
                                                     
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7057923
http://rizazmi.wordpress.com/2010/10/
http://asimtot.wordpress.com/2010/06/13/nama-bilangan-berdasarkan-banyak-nol-nya/




     KURANGNYA empati kerap menyulut konflik. Komunikasi efektif membantu membangun empati anak sejak dini. Bagaimana membangun empati pada anak sejak dini?


Empati merupakan sikap atau perilaku memahami suatu permasalahan dari sudut pandang atau perasaan lawan bicara. Egois, cuek, dan tidak peduli merupakan cerminan dari ketiadaan empati, dan ini sering kali menjadi penyulut konflik.

Psikolog dari Universitas Airlangga, Iwan Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa empati berbeda dengan simpati yang lebih merujuk pada ekspresi ataupun tindakan mengasihani seseorang. Menurut dia, empati merupakan upaya memahami posisi seseorang dan apa yang dirasakannya. Dengan kata lain, empati lebih dari sekadar rasa kasihan, karena di dalamnya terdapat makna untuk menghargai dan menghormati orang di sekitarnya.

Itulah sebabnya, bagi para orangtua, membangun pemahaman anak terhadap empati lebih penting artinya dibandinglan sekadar memberikan materi kepada orang lain (misalnya pada pengemis) hanya karena kasihan. Caranya bisa beragam dan akan lebih mengena bila si anak mengalaminya secara langsung.

Misalnya, merayakan ulang tahun bersama anak-anak panti asuhan, membagikan sembako pada para pengungsi bencana alam di tenda-tenda pengungsian, ataupun menyumbangkan alat baca-tulis pada anak-anak jalanan yang tinggal di kolong jembatan.

Pada dasarnya, setiap manusia dibekali sifat welas asih untuk saling membantu dan menyayangi antara sesama manusia, sesama makhluk hidup dan lingkungannya. Melalui kegiatan sosial tersebut, anak tidak hanya melihat potret kehidupan orang lain, tetapi belajar untuk peduli dan memahami bahwa banyak anak-anak yang tidak seberuntung dirinya. Dengan begitu, empati dan kepekaan sosialnya dapat terasah. Perlu diingat, empati amat erat kaitannya dengan kepekaan atau kecerdasan sosial sehingga perlu ditanamkan sejak kecil.

Kewajiban ini terletak di pundak orangtua selaku penanggung jawab penuh atas tumbuh-kembang putra-putrinya. Komunikasi efektif antara orangtua-anak begitu kerap didengungkan. Tentu bukan tanpa alasan, sebab cara orangtua membangun komunikasi dan hubungan dengan anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional si anak dan terbawa hingga dewasa kelak. Untuk itu, orangtua harus menciptakan kedekatan dengan buah hatinya dari segala aspek, misalkan melalui kebiasaan curhatyang akan membangun dan meningkatkan kualitas interpersonal dengan lingkungan sosial yang lebih luas. "Bersahabat dengan anak adalah memungkinkan jika orangtua mau dan mampu mengembangkan empati terhadap suasana hati anak dalam skala yang terkecil sekalipun," ujar psikolog Tika Bisono MPsi.

Komunikasi yang efektif dapat mendorong terciptanya keterbukaan. Anak akan bersikap terbuka bila ada rasa aman dan nyaman yang terbangun dari kedekatan dengan orangtua dan rasa percaya diri anak. Padahal, kepercayaan diri akan terpupuk jika anak diberi kebebasan yang sesuai haknya, antara lain bebas mengemukakan pendapat, mengekspresikan diri, berasosiasi dan bermusyawarah, hak memiliki privasi dan hak diberi informasi.

"Kebebasan adalah dasar dari sifat mandiri secara emosional, dan ini perlu dipelajari secara aktifpartisipatif," ungkap pemilik Tibis Sinergi Consultant itu seraya menjelaskan bahwa partisipasi merupakan sebuah ekspresi dari kemampuan anak untuk berpikir dengan caranya sendiri, membagi ide, dan membuat putusan sendiri.

Namun, namanya juga anakanak. Mereka masih sangat hijau sehingga bimbingan dan arahan dari orangtua tetap mutlak dilakukan. Tak kalah penting adalah percontohan dari orangtua. Stephen Montana PhD dari Saint Luke Institute New Hampshire USA, mengemukakan bahwa filosofi becermin (mirroring) merupakan dasar dari pendidikan empati orangtua terhadap anaknya.

Ya, orangtua adalah cermin bagi si anak. Tanpa memandang baik atau buruk, anak akan meniru apa pun perilaku orangtuanya. Untuk itu, para orangtua hendaknya berlomba memperbaiki diri agar menjadi "cermin" yang bening bagi anak-anaknya.

Bebas tapi Bertanggung Jawab

Untuk menerapkan pola komunikasi efektif, orangtua perlu memahami tahap-tahap perkembangan. Menurut Tika Bisono, setiap tahapan membawa tuntutantuntutan "tugas perkembangan" yang harus dipelajari agar tidak menghambat proses perkembangan selanjutnya.

Tahapan tersebut umumnya dilalui dengan urutan yang sama bagi semua anak. Hanya, penerimaannya berbeda, ada yang lebih cepat atau lebih lambat. "Ada perbedaan-perbedaan individual antara anak dalam perkembangannya. Baik secara keseluruhan maupun aspek tertentu, seperti perkembangan intelektual, sosial, afektif, emosional," papar Tika.

Seiring tumbuh-kembangnya, anak pun "menuntut" kebebasan. Anak-anak punya hak dan kebebasan mengekspresikan rasa senang, ketakutan, marah, atau sedih. Adalah tugas orangtua untuk mengajari anak bagaimana mengekspresikan perasaannya dengan baik dan terkendali.

Empati dan kebebasan tentu ada hubungannya. Terkadang, ada anak yang mengekspresikan kebebasannya dengan marah-marah. Jika orangtua tak berusaha memahami penyebabnya, si anak bisa berubah menjadi ketakutan ketika ekspresi marahnya itu ditekan atau tidak diberi kebebasan.

Nilai lain yang terselip dalam aspek kebebasan adalah rasa tanggung jawab. Tak jarang, orangtua menuruti segala keinginan anak untuk memenuhi "tuntutan" si anak atas kebebasannya itu. Begitu pula dengan dalih kasih sayang, mereka membelikan aneka mainan atau barang yang diinginkan putra- putrinya. Perilaku demikian tentu tidaklah mendidik.

"Sebaiknya orangtua menyeimbangkan antara apa yang dapat dilakukan si anak untuk dirinya sendiri dan memilih apa saja yang boleh diberikan untuk mendukung kebebasannya itu," ujar Kristin Zolten MA dari Department of Pediatrics, University of Arkansas for Medical Sciences.

Seiring meningkatnya kebebasan, berkembang pula pemahaman anak akan tanggung jawab. Ketika dibelikan sepeda oleh orangtuanya, dia belajar bertanggung jawab menjaga sepedanya agar tidak rusak atau hilang.
(Koran SI/Koran SI/tty)
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/07/14/196/238669/search.html

Senin, 14 Maret 2011

Belajar bagi seorang pelajar dibarat petapa belajar adalah peroses merenung berihtijat mencari ilham. Dan dari peroses belajar seorang pelajar berusaha mencari sebanyak mungkin wawasan. Setelah terkumpul wawasan kemudian di peroses dalam alam pemikiran. Menerka dan memahahami serta menganalisis.

Para pelajar juga perlu memperhatikan kehidupannyata yang ada didalam lingkungan sosial dan lingkungan alam. Sehingga mengerti permasalahan sebenarnya yang sedang terjadi. Seorang pelajar harus berusaha mengejawantahkan pengolahan wawasan dari peroses berihtijat alam fikir kedalam kehidupan nyata. Sehingga wawasan mampu bermanifestasi kedalam pengalaman nyata. Tentu dengan memperaktekan ilmu yang di dapat dari sekolah, guru, atau bacaan.

Dari situ pelajar belajar mengontrol emosi, melatih mental dan ikutserta dalam pembuatan kebijakan pembaharuan didalam masyarakat.

Kemudian berfikir dan belajar lagi unt memcari penyelesaian dari permasalahan yang baru timbul. Kemudian melakukan umpan balik dengan orang-orang yang memiliki pengalaman yang beragam dan unik. Sehingga dapat menemukan sisi lain sebuah penyelesaian, dan menerka solisi yang paling efektif. Kemudian berfikir menggunakan iman, hati, logika dan penalaran.

Manusia sebagai mahluk sosial tentu perlu bersosialisasi untuk mengembangkan diri.
Serta bertukar pikiran dari permasalahan urgen yang di hadapi masyarakat sosial. Dan berkiprah untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah setiap pelajar perlu terlibat di dalam kehidupan nyata, sehingga antara teori dan peraktik seimbang, teori memerlukan peraktik dan peraktik menghasilkan teori. Teori berasal dari peraktik dan peraktik di landasi teori. Dan akan terwujud wawasan dan pengalaman saling melengkapi membutuhkan serta mutualisme.

(d postkan dari ponsel)