Kamis, 30 Juni 2011

Kashmir, Surga Dunia yang Membara
Posted by admin
KASHMIR adalah sebuah wilayah di utara sub-benua India. Wilayah ini Kashmir pernah disebut sebagai “surga dunia” (paradise on earth) karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan pegunungan Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir dijelaskan sebagai wilayah yang lebih besar yang termasuk wilayah Jammu, Kashmir, dan Ladakh.

“Vale of Kashmir” utama relatif rendah dan sangat subur, dikelilingi oleh gunung yang luar biasa dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah. Dia dikenal sebagai suatu tempat paling indah spektakuler di dunia.

Srinagar, ibu kota kuno, terletak di dekat Danau Dal, dan terkenal karena kanal dan rumah perahunya. Srinagar (ketinggian 1.600 m atau 5.200 kaki) berlaku sebagai ibu kota musim panas bagi banyak penakluk asing yang mendapatkan panas di utara India. Tepat di luar kota terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jehangir, kaisar Mughal, pada 1619.

Wilayah ini terbagi oleh tiga negara: Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat China menguasai timur laut (Aksai Chin). Meskipun wilayah ini dalam prakteknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China.

Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.

Kashmir merupakan salah satu wilayah rebutan terkenal di dunia, dan kebanyakan peta buatan Barat menggambarkan wilayah ini dengan garis bertitik untuk menandai batasan yang tidak pasti.

Jammu dan Kashmir adalah sebuah negara bagian di India bagian utara. Jammu dan Kashmir berbatasan dengan Himachal Pradesh di selatan, Republik Rakyat Tiongkok di utara dan timur, dan Pakistan di barat. Sebagian besar penduduknya beragama Islam. Negara bagian ini terdiri dari tiga wilayah: Jammu, Ladakh, dan Kashmir.

Potret Muslim Menderita
Muslim Kashmir Kashmir adalah potret Muslim minoritas yang tertindas. Mereka terus menderita dalam penindasan India sekaligus korban ketidakpedulian kaum muslim dunia.

Sejak tahun 1947, saat India merdeka dari penjajagan Inggris lalu terbagi dua negara menjadi dua negara baru –India dan Pakistan, “surga” itu tiada lagi. Yang ada justru sebuah lembah penuh darah dan noda-noda pertikaian yang tak kunjung henti. Ratusan jiwa Muslim Kashmir melayang.

Darah dan air mata menetes nyaris setiap hari. Sejak tahun 1947, India dan Pakistan sama-sama mengklaim sebagai yang paling berhak atas daerah ini. Pakistan memiliki kedekatan ideologis dengan penduduk Kashmir yang mayoritas Muslim. Namun India tetap bersikukuh bahwa daerah subur tersebut adalah miliknya.

Muslimin Kashmir sendiri condong bergabung dengan Pakistan karena sama-sama Muslim, atau bahkan menjadi negara sendiri. Berbagai kelompok pejuang kemerdekaan muncul di Kashmir untuk mengusir tentara pendudukan India. Hingga kini pertempuran sporadis –plus aksi-aksi penculikan, penyanderaan, pembunuhan, penangkapan, dan pengeboman– masih terjadi antara pejuang Kashmir dan pasukan India.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berusaha mencarikan solusi.

Berkali-kali Dewan Keamanan PBB mengeluaran resolusi — No. 47 (Tahun 1948), No. 51 (1948), No. 80 (1950), No. 91 (1951)– yang pada intinya mendukung rakyat Kashmir untuk menentukan nasibnya sendiri dengan menggelar plebisit/referendum. Namun, India tidak peduli, bahkan menolak setiap campur tangan asing, dengan dalih Kashmir dalam masalah internal India.

Pakistan menyatakan dukungan moral bagi perjuangan Muslim Kashmir. Namun India menuduh Pakistan lebih dari sekadar memberi dukungan moral, namun juga dana, persenjataan, dan pelatihan militer bagi pejuang-pejuang Kashmir. Setidaknya, tercatat tiga kali pertempuran besar antara India dan Pakistan melanda Kashmir –tahun 1947, 1965, dan 1971.

Pendudukan India
Sejarah penguasaan Kashmir oleh India adalah sejarah penjajahan. Ketika India dan Pakistan merdeka dari Inggris tahun 1947, Kashmir tidak termasuk wilayah India ataupun Pakistan. Kashmir menjadi wilayah tersendiri karena memang sejarahnya juga demikian –sebuah wilayah merdeka.

Tahun 1846, Kashmir dijual penguasanya, Sikh Ranjit Singh, kepada Maharaja Ghulab Singh dari Jammu seharga 7.5 juta Rupee (sekitar US$ 166) di bawah Perjanjian Amritsar.

Pada masa pembagian wilayah antara India dan Pakistan tahun 1947, Kashmir merupakan salah satu dari 560 Princely States –daerah di bawah wewenang langsung penjajah Inggris. Hukum yang berlaku saat itu memberikan kebebasan kepada penduduk Kashmir untuk bergabung dengan India atau Pakistan, atau tetap berdiri sendiri.

Tanggal 19 Juli 1947 penduduk Muslim menyatakan keputusan resmi: tidak bergabung dengan negara mana pun alias tetap berdiri sendiri. Namun, penguasa Kashmir saat itu, Maharajah Hari Singh, merasa berkeberatan, dan menggabungkan Kashmir ke dalam India berdasarkan “Perjanjian Asesi” tanggal 26 Oktober 1947.

Perjanjian Asesi itulah yang hingga kini menjadi sumber utama perselisihan antara India dan Pakistan yang mempersoalkan keabsahan perjanjian itu, apalagi India tidak pernah mengadakan referendum seperti yang direncanakan oleh Gubernur Jenderal India, Lord Mountbatten, tanggal 27 Oktober 1947. Bahkan, ketika PBB berkali-kali mengeluarkan resolusi tentang hak menentukan nasib sendiri bagi Kashmir, India pun bergeming.

Berbagai aksi perlawanan muncul dan kian menguat dari tahun ke tahun. India terus menambah jumlah pasukan pendudukannya hingga mencapai lebih dari 500 ribu tentara. Tahun 1987 muncul Front Muslim Bersatu. Pada akhir tahun itu juga muncul berbagai kelompok pejuang kemerdekaan Kashmir dan kelompok pro-Pakistan, antara lain Hizbul-Mujahideen (pro-Pakistan), Front Pembebasan Jammu-Kashmir (JKLF, Jammu-Kashmir Liberation Front), dan Kongres Hurriyat (Kemerdekaan) yang menempuh jalan damai untuk mengakhiri keberadaan India di Kashmir.

Segala cara dilakukan India untuk meredam hasrat kemerdekaan dan perlawanan Muslim Kashmir. Selain bahasa kekerasan melalui operasi militer, pemberlakuan jam malam, penculikan, eksekusi, bahkan pemerkosaan, India juga menerapkan strategi khusus. India melakukan studi komparasi ke Spanyol dengan mengirimkan seorang pakar untuk mengkaji strategi kaum Kristen dalam memusnahkan Islam dan kaum Muslimin di sana. Juga dilakukan pengkajian strategi bekas Uni Soviet dalam memusnahkan Islam di Asia Tengah.

Penindasan yang dilakukan India kian menguatkan semangat Muslim Kashmir untuk merdeka. Sosiolog Pakistan, Akbar S. Ahmed (1993), melukiskan kondisi mengenaskan Kashmir sebagai berikut:
“Kashmir benar-benar diabaikan India. Tidak mempunyai unit industri besar. Kultur dan bahasa Kashmir dibiarkan merana. Hampir tidak pernah ada pemilu yang bebas dan adil. Janji-jani plebisit telah dilupakan. Peluru dan tongkat komando terlalu sering digunakan pasukan India. Cerita-cerita tentang penganiayaan dan pemerkosaan terlalu biasa terdengar. Seorang pria bokongnya dilubangi dengan bor listrik selama diinterogasi polisi paramiliter. Seorang pria lagi dilemparkan ke bak mandi yang airnya dialiri aliran listrik. Dan ada lagi yang kemaluannya dipotong dengan pisau”. Wallahu a’lam. (ASM. Romli).*
sumber;
http://zonaislam.net/?p=3443

Jumat, 17 Juni 2011

Sebagai calon pendidik tentunnya kita perlu mengetahui kebutuhan masing-masing peserta didik yang notabennya seorang remaja. Hasil pendidikan dan proses kehidupan yang dialami setiap remaja tidaklah sama karena adanya perbedaan personal baik fisik maupun psikis serta kondisi sosial budaya mereka tinggal.

Peserta didik dalam masa remaja, sebagai bagian anggota masyarakat memiliki kebutuhan, minat, serta permasalahan yang dihadapi antara remaja yang satu dengan yang lain terdapat karakteristik yang berbeda. Namun seringkali pendidik melakukan penyamarataan kepada peserta didik. Peserta dididik selaku remaja dipaksa untuk mengikuti kebutuhan dan "teradisi" Pendidik. Peserta didik juga seringkali dipaksa untuk menjadi seperti peserta didik lain yang dianggap baik oleh pendidik.

Perkembangan remaja dapat terhambat bila terjadi penekanan untuk tampil sempurna dan mendapatkan hasil sempurna, seperti keharusan mendapatkan nilai tertinggi. Sementara mereka memiliki bakat yang lain dari yang dituntut pendidik. Sikap pemaksaan tersebut dapat memunculkan sikap memberotak dari peserta didik. Pemberotakan yang dilakukan remaja dapat diminimalisir bila sentralisasi percontohan kepribadiaan didelegasikan kepada karakter masing-masing remaja.
Selama itu pola lama yang menjadikan peserta didik yang paling pintar dijadikan poros tebaik, akan berakibat remaja yang jauh dari lintasan karakter tersebut tidak mampu mengimbangi.

Sepatutnya pendidik menyadari remaja sebagai individu berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, tunggal dan khas. Individu sebagai subjek yang merupakan kesatuan psiko-fisik dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan.Kemandirian menurut Sutari Imam Barnadib (1982) meliputi "perilaku mampu bernisiatif, mampu mengatasi hambatan/masalah, mampunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain". Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Kartini dan Dali (1987) yang mengatakan bahwa kemandirian adalah hasrat untuk mengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri. Sehingga remaja yang mandiri memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya. Sepatutnya mereka mampu mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Ketika disekolah mereka memiliki kepercayaan diri dan tanggung jawab terhadap tugas dari kerjakan.

Idiealnya memang seperti itu, remaja ingin bebas dari orang dewasa yang terlalu mencampuri kegiatan mereka. Namun masih ada yang tidak tepat menyikapi perilaku mereka, padahal tuntutan mereka untuk mandiri jika tidak disikapi secara tepat dapat menimbulkan dampak bagi perkembangan psikologi remaja.

Saat ini kita dapati masih banyak orang tua yang memaksakan kehendak dalam memaksakan jurusan yang tidak diminati anak mereka, akibatnya ketika belajar motivasi untuk berprestasi menurun.

Ada pula yang memiliki hobi bermusik, berolah raga, melukis, dan menari, disikapi secara negatif oleh sebagian orang tua bahkan guru dengan anggapan tidak penting bakat mereka di masa depan, karena persaingan semakin ketat. Mereka beranggapan profesi doketer, polisi, guru bahasa inggris, dan guru matematika lebih menjanjikan.

Cara seperti ini tidak elegan banyak anak yang menjadi pemberontak dan hidup tidak teratur. Selayaknya bila orang tua memiliki prediksi tersendiri katakanlah "hobi kamu bagus, namun dimasa depan kamu tidak hanya memerlukan satu keahlian, ingat persaingan semakin ketat, kamu perlu mengembangkan bakat-bakat yang ada didalam dirimu. Ingat bapak akan memfasilitasi hobi kamu, namun kamu harus bisa membagi waktu sekolah dengan kegemaranmu, lihat banyak dokter sekaligus artis yang sukses, seperti tompi dan lula kamal, namun mereka tau mana yang jadi prioritas"

Sepatutnya sikap profesionalisme perlu dikembkan sejak dini, orang tua tidak sepatutnya egois bila ternyata anak memilih jurusan yang tidak diinginkan orang tua justru orang tua perlu mendukung.

Apalagi saat ini peluang semakin besar, di UM Metro saja ada anak IPS yang masuk Jurusan MIPA, anak dari IPA dan Otomotif masuk Pendidikan Ekonomi. Ada pula yang dari IPS masuk AKBID dan yang IPA masuk FISIPOL.

Disatu sisi positif, karena remaja semakin bebas menentukan apa yang di inginkan. Namun di sisi lain mereka memulai dari nol, banyak ilmu yang mereka dapat dari SMA leyap, apa lagi yang dari MIPA bila masuk IPS bila ditanya rumus rumus fisika dan Kimia kebanyakan sudah lupa. Sementara yang IPS masuk MIPA mengalami sok, bila tidak kuat mereka akan stagnasi.

Setiap progam studi tentunya memiliki tantangan dan persaingan tersendiri. Penduduk semakin banyak dan kepedulian terhadap pendidikan juga semakin besar. Kompetisi disetiap prodi ada, karena hampir tidak ada prodi yang sepi peminat, siapa yang kuat bertahan mengembangkan ilmu dia yang menang.

Perlu diingat bagi orang tua, memiliki bakat namun tidak memiliki minat terhadap jurusan bila dipaksakan akan berakibat pada menurunnya motivasi untuk berkembang. Adapula memiliki keinginan kuat terhadap suatu jurusan namun tidak disertai dengan bakat dan kemampuan akan menyebabkan kesulitan dalam beradaptasi. Sementara memiliki bakat dan jurusan yang di inginkan tanpa restu orang tua akan memunculkan hambatan tak terduga bagi remaja. Jadi kemampuan, kemauan dan restu, sepatutnya selaras, tinggal si anak untuk berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa sepanjang perjuangan.

Adapun aspek kemandiriaan yang perlu di perhatikan orang tua, Robert Havighurst (1972) mengungkapkan beberapa aspek kemandirian yaitu:
a. Emosi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orang tua.
b. Ekonomi, aspek ini divjukan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang tua.
c. Intelektual, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang di hadapi.
d. Sosial, aspek ini ditunjukan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergangtung atau menunggu aksi dari orang lain.

Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secala kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan, sehinga individu akan mampu berpikir dan bertindak secara independen. Dengan kemandriian remaja dapat memlih jalan hidupnya untuk dapat berkembang dengan lebih mantap.

A. Proses Perkembangan Kenandirian

kemandirian dapat tumbuh sesuai kondisi remaja bila dilakukan pelatihan sedinimungkin secara terus menenerus. Latihan tersebut dapat dilakukan berupa pemberian tugas tanpa bantuan yang sesuai perkembangan. Orangtua hanya mengoreksi dan anak memperbaikinya. Remaja juga perlu diberikan ruang dalam memilih jurusan.


Orang tua juga perlu mendengarkan argumentasi yang disampaikan remaja sehubungan dengan kuputusanya. Orang tua juga mengawasi untuk memastikan bahwa latihan tersebut benar-benar efektif. Dengan demikian tumbuhnya usia di iringi kemampuan remaja untuk berfikir objektif, tidak mudah dipengaruhi, berani mengambil keputusan, tumbuh rasa percaya diri, tidak tergantung kepada orang lain. Dan dengan demikian kemandirian akan berkembang dengan baik.

B. Bagaimana Guru Menyikapi

Untuk menyikapi remaja yang sedang mengalami perkembangan, ada empat tahapan yang perlu pendididik lakukan. Adapun tahapan tersebut saling berkaitan. Tahapan tersebut adalah :
1. Komunikasi. Komunikasi merupakan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak di inginkan, tentusaja kedua belah pihak harus mau saling mendengarkan pandangan satu dengan yang lain. Dengan melakukan komunikasi pendidik dapat mengetahui kerangka pikir anak, dan sebaliknya anak mengetahui apa yang diingikan ortua. Komunikasi tidak harus dengan cara formal namun dengan komunikasi yang santai sehingga anak mau membuka diri.
2. Kesempatan. Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil dan membuktikannya. Biarkan mereka mengatasi keperluan dan masalah mereka sendiri. Pendidik hanya bertindak sebagai pengamat dan hanya boleh melakukan intervensi jika tindaka remaja dapat membahayakan dirinya dan orang lain.
3. Tanggung jawab. Sikap bertanggung jawab perlu ditanamkan kepada peserta didik. Segala perilaku kenakalan sebisa mungkin anak yang menanggung. Bila pelaporan terhadap orang tua membuat mereka jera, lakukan. Namun orang tua juga perlu memberi ketegasan agar anak tidak mengulangi lagi kenakalanya.
4. Kosistensi. Pendidik perlu menanamkan sikap disiplin dan nilai-nilai kepada peserta didik secara terus menerur agar peserta didik dapat mengembangkan kemandirian dan berfikir secara dewasa. Pendidik maupun orangtua yang konsisten akan memudahkan remaja dalam membuat rencana hidupnya dan dapat memilih berbagai alternatif karena segala sesuatu sudah dapat diramalkan.

C. Permasalahan Perkembangan jika Kebutuhan mandiri tidak terpenuhi


Beberapa masalah yang dihadapi remaja sehubungan tidak terpenuhuhi kebutuhan mereka dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Kegagalan dalam mengatasi ketidak puasan remaja dapat mengakibatkan menurunya harga diri dan dapat menjadikan remaja bersikap agresif atau sebaliknya minder dan pendiam.

2. Dalam memasuki kehidupan bermasyarakat, remaja yang terlalu mendambakan kemandrian kebanyakan akan menghadapi permasalah penyesuaian emosional, seperti perilaku yang dianggap lancang atau sikap berlebihan. 3. Norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat merupakan masalah tersendiri bagi remaja, sedangkan di pihak remaja merasa memiliki ninai dan norma sendiri. Perbedaan ini sering menimbulkan perilaku yang menyebabkan remaja dikatakan "anak nakal".

Blair dan Stewar (dalam Elidas Prayitno; 2006) mengemukakakan bahwa siswa remaja yang kebutuhan-kebutuhan tidak terpenuhi dapat melakukan tingkah laku mempertahankan diri seperti tingkah laku agresif, kompensasi, identifikasi, rasioalisme, proyeksi, pembentukan reaksi, egosentris, menarik diri, dan gangguan pertumbuhan fisik.





Kebutuhan Remaja Akan Kesehatan

Kesehatan merupakan suatu hal yang pokok bagi setiap remaja dalam menjalani aktifitasnya, akan tetapi kebanyakan remaja sering melupakan kebutuhan kesehatannya. Biasanya kalau jatuh sakit baru menyadarinya. Dalam keseharian sebenarnya asupan makanan dan minuman yang menjadi nutrisi untuk tubuh remaja harus menjadi perhatian, baik remaja sendiri maupun orang tua mereka. Kalau kita mengkonsumsi makanan yang baik, bergizi, dan halal, tentu saja akan meningkatkan stamina tubuh. Pemahaman seperti itu perlu ditekankan kepada para remaja agar kesehatjn mereka akan selalu terjaga.

Akan tetapi, makanan yang menyehatkan belum tentu cocok dengan selera remaja. Ada yang tidak suka sayuran, seperti wotel padahal baik untuk kesehatan mata, ada yang tidak suka minum susu, dan lain-lain. Dalam hal ini dibvuhkan kesadaran yang tinggi agar dapat menyesuaikan pola makan secara benar dan sesuai selera. Misal dengan pengolahan, atau bahan penggati. Seperti susu di olah menjadi kue atau di ganti dengan susu kedelai.

Banyak juga remaja yang tidak suka garam, padahal cukup berbahaya dan berakibat godok. Atau berlebihan mengonsumsi asinan yang berdampak darah tinggi pada usia dewasa. Ada pula yang tidak suka sarapan yang menyebabkan sakit mage atau ada pula yang sarapan belebihan akibatnya saat pelajaran mengantuk. Tekankan bahwa diri perlu dinafkahi, tubuh selalu membutuhkan makanan untuk diolah menjadi energi, namun bila berlebihan dapat berakibat tidak bagus pula.

Karena badan perlu keseimbangan. Epat sehat lima sempurna merupakan makanan yang mengandung gizi seimbang. Untuk memperoleh tubuh yang seha diperlukan nutrisi yang seimbang, oleh karena itu supaya organ tubuh dapat berfungsi secara teratur dengan baik. Diantaranya menjaga beqat badan agar seimban dengan pola makan yang bear supaya kesehatan terjaga daripenyakit.

Pengaruh makanana sangat pentin dalam menjaga kesehatan, baik dalam pertumbuhan badan maupun perkembangan jiwa. Remaja harus sering latihan memilih makanan yang baik dan bermafaat bagi kesehatan. Sehingga mereka tidak perlu mencoba barang terlarang untuk remaja seperti rokok, minuman keras atau obat-obatan terlarang.



Perlu diberi pemahaman kepada remaja bahwa kegemaran berpikir tentang diri sendiri serta bertindak untuk mendahulukan kepentingan pribadi dari pada kepentingan banyak orang, pikiran dan tindakan ini bukanlah cara untuk mencintai diri sendiri. Namun sesungguhnya remaja sedang merasa kasihan terhadap diri mereka. Dengan kata lain mereka sedang mengekspresikan ketidak puasan terhadap diri mereka sendiri. Masalah tersebut muncul karena remaja merasa kurang dan tidak pernah merasa puas.

Remaja yang mengalami ketidak cukupan hati senantiasa merasa tidak tentran. Mereka bisa melakukan tindakan yang sesungguhnya dapat merusak citra diri sendiri tetapi tidak pernah disadari. Seperti kemarahan yang tiba-tiba meledak, tidak menghormati orang tua dan guru, tidak memiliki ketulusan dalam membantuteman dengan mengungkit kebaikan dan sebagainya. Inilah yang sebenarnya merendahkan harga diri.

Menhormati diri sendiri tidak sama dengan keegoisan yang mementingkan diri sendiri secara berlebihan. Namun perlu ditekankan bila remaja ingin mengiormati diri sendiri harus memiliki kasih, dimana kasih harus di ekpsreikan keluar dalam bentuk memberi, memafkan, dan toleransi.

1. Memberi
Memberi dapat diwujudkan dengan beramal terhadap yayasan, atau berbagi makanan terhadap teman. Dengan memberi terhadap orang lain membuat batin tenang, dan pada hakikatnya memberi terhadap diri sendiri.

Selain itu memperlakukan semua orang dengan hormat dan baik termasuk sika mental memberi. Orientasinya adalah bila ingin di hormati terlebih dahulu menghormati, namun bukan berarti meminta apa yang telah kita beri, biarkan semua mengalir, sehingga batin tetap tenang.

Memberi tidak harus hal yang luar biasa, dapat disesuaikan kemampuan yang sudah kita miliki. Memberi bukan transaksi namun memberi sebagai kontribusi remaja terhadap masyarakat deng penuh iklas.


2. memafkan
Segera mungkin miminta maaf bila memiliki kesalahan. Orang yang murah hati segera mungkin meminta maaf walau orang lain yang salah. Itulah tantanganya menghapuskan rasa dendam. Segera mungkin selesaikan masalah, bukan mengupat, menjelekan lawan, menhakimi dan menyalahkan, dan berhentilah untuk saling membenci. Terserah dia tidak memaafkan namun kita patut berusaha. Kalau remaja merasa orang lain berharga, akan rela untuk memaafkan. Artinya remaja sudah mengembangkan citra diri yang positif.

3. Toleransi
Bertoleransi artinya menerima kehadiran teman sebaya, menhormati serta menghargai. Sebagai manusia tentu perlu memandang orang lain dari sudut kesetaraan bukan perbedaan. Masalah perlikaku adalah urusan dia dengan Tuhanya. Remaja yang baik tentu remaja yang bisa berbaur dan menyisipkan nilai-nilai kebaikan kepada sesama. Bukan terwarnai namun mampu memberi warna.

Barep Pangestu : olahan dari berbagai sumber

Senin, 23 Mei 2011

A.Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
pada dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut.
Semua kekayaan yang ada di bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
sebelum membahas lebih jauh lagi tentang sumber daya alam disini akan dibahas pula mengenai kebutuhan hidup manusia berdasarkan urutan kepentingan.
Berdasarkan urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua yaitu.
1. Kebutuhan Dasar
Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman. Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan udara bersih.
2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.

a.Mutu lingkungan
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.
Semakin tinggi tingkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.





b.Daya dukung lingkungan
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.
Penyebaran sumber daya alam di bumi ini tidaklah merata letaknya. misalnya ada bagian bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
B.Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).
Sumber Daya Tumbuhan
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.
1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.
Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.

Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.
Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.
Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
• Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis).
• Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
• Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
• Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan
• yang sudah terlanjur rusak.
• Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
• Mencegah kebakaran hutan. Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.
Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut :
a. Musim kemarau yang sangat panjang.
b. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan.
c. Pembuatan arang di hutan.
d. Membuang puntung rokok sembarangan di hutan.
Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal berikut ini.
a. Menara pengamat yang tinggi dan alat telekomunikasi.
b. Patroli hutan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran.
c. Sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini :
a. Secara langsung dilakukan pada api kecil dengan penyemprotan air.
b. Secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar, yaitu melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.
Pengelolaan hutan seperti di atas sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutan seperti berikut ini :
• Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
• Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
• Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
• Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
Sumber Daya Hewan
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.
Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.
Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.
Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.
Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.
Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.
Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
• Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
• Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
• Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan.
• Harus menyerahkan sebagian tubuh yang diburunya kepada petugas sebagai tropy, misalnya tanduknya.
• Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
• Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur.
• Harus melakukan konvensi dengan baik. Konvensi ialah aturan-aturan yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas buruannya lepas dalam keadaan terluka.
Akan tetapi, seringkali peraturan-peraturan tersebut tidak ditaati bahkan ada yang diam-diam memburu satwa langka untuk dijadikan bahan komoditi yang berharga. Satwa yang sering diburu untuk diambil kulitnya antara lain macan, beruang, dan ular, sedangkan gajah diambil gadingnya.

Sumber Daya Mikroba
Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :
a. sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b. penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c. membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan biogas dan daur ulang sampah
d. membantu membasmi hama tanaman, misalnya Bacillus thuringiensis
e. untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan penyakit karena virus.
Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :
1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat)
2. mendapatkan temak yang berkadar protein lebih tinggi
3. mendapatkan temak atau tanaman yang tahan hama
4. mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan insektisida sendiri.
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi.
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
• Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
• Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
• Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
• Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.
.
sumber http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0040%20Bio%201-9a.htm

Kamis, 05 Mei 2011

Tidak ada satupun teori yang menyangkal bahwa SDM (sumber daya manusia atau pegawai) adalah elemen penting suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Teori lama (pada saat saya mengikuti kuliah manajemen pertama kali) menyebut kan bahwa "man" adalah salah satu dari "5M" dalam manajemen yang harus dikelola dengan baik. Jika salah satu elemen dalam "5M" tersebut buruk, maka organisasi tersebut akan buruk juga secara struktural. Organisasi yang buruk secara struktural, maka akan memperoleh masalah yang berat juga secara manajerial, sehingga sulit untuk sukses . (Kalau ga tau bedanya masalah struktural dan masalah manajerial, nanti saya jelasin dalam sesi khusus….). Oleh karena itu, tidak disangsikan lagi, jika suatu organisasi ingin berhasil mewujudkan visi,misi, dan strategic objective nya, maka organisasi tersebut harus serius memilih dan mendayagunakan pegawainya. Seleksi dan rekrutmen pegawai secara cerdas diperlukan, agar organisasi benar-benar memiliki pegawai yang menjadi modal (human capital) organisasi

Secara umum ada dua cara yang dapat ditempuh oleh organisasi dalam merekrut pegawainya. Yang pertama adalah merekrut yang belum berpengalaman (bisa fresh graduate atau pegawai dari sektor industry yang lain yang ingin lompat pagar). Yang kedua adalah merekrut pegawai kompetitor yang sudah berpengalaman. Kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, organisasi biasanya mengkombinasikan kedua cara ini, agar diperoleh portfolio human capital yang optimal. Namun yang perlu mendapat perhatian yang seksama adalah ketika kita akan merekrut pegawai kompetitor. Karena kompetitor itu, dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu: (i) kategori I adalah kompetitor yang sudah berhasil kita kalahkan, yaitu kompetitor yang revenue, market share, dan brand equity nya sudah berada dibawah kita. Dengan kata lain kompetitor kategori I ini adalah kompetitor yang ada di klasemen papan bawah dan menengah; (ii) Kategori II adalah kompetitor yang masih sejajar dengan kita dan yang masih berada didepan kita, yaitu kompetitor yang masih tumbuh dan berlari cepat, sehingga revenue, market share dan brand equity nya masih belum berhasil kita lampaui. Ini adalah kompetitor yang ada di klasemen papan atas, setara dengan Manchester United di liga inggris, Barcelona di liga spanyol, Intermilan di liga itali, atau Persija di Negara kita (lain Persib euy… soalnya Persib mah belum meyakinkan)

Nah, dalam melakukan perekrutan pegawai kompetitor, jangan sekali-kali kita merekrut pegawai dari kompetitor yang sudah kita kalahkan dan sudah menjadi pecundang (kompetitor kategori I). Jika hal ini dilakukan maka tidak ada gunanya dan akan merugikan kita. Kalau kita berniat merekrut pegawai kompetitor, maka bajaklah pegawai terbaik dari kompetitor kita yang sedang tumbuh dan berlari cepat (Kompetitor kategori II). Jika pilihan ini dilakukan maka kita sudah bertindak secara strategis, karena kita akan memperoleh manfaat ganda. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

A. Merekrut Pegawai Kompetitor Yang Sudah Kita Kalahkan: Kita Rugi dan Kompetitor Untung (Double Negative Impact)

Jika organisasi kita melakukan hal ini, maka kita melakukan 2 kesalahan sekaligus, karena (i) kita merugikan diri sendiri, (ii) kita menguntungkan pesaing. Alasannya :
1. Kualitas dari organisasi tergantung dari orangnya, jika kompetitor sudah kita kalahkan berarti kualitas pegawainya buruk
2. Dari pegawai kompetitor pecundang, kita tidak mendapatkan apa-apa, selain hanya akan mengimpor budaya kerja dan nilai-nilai pecundang, yang akan menodai budaya kerja dan sistem nilai kita yang sudah terbukti dapat mengalahkan mereka
3. Kompetitor pecundang akan diuntungkan jika pegawainya direkrut oleh kita, karena mereka punya kesempatan baru untuk mendidik pegawai baru yang masih bekerja dengan penuh semangat, namun dengan gaji yang masih rendah. Jadi kompetitor memperoleh keuntungan; (i) dapat energi dan semangat menggebu-gebu dari pegawai baru; (ii) dapat melakukan efisiensi dari penghematan gaji pegawai baru.
4. Kita akan sangat mudah mendapat serangan balik dari kompetitor pecundang, karena mereka menjadi lebih mudah membaca kelemahan kita, akibat dalam elemen kepegawaian kita ada pegawai ex kompetitor pecundang. Ini membuat kompetitor pecundang berpeluang untuk memenangkan persaingan.
5. Kompetitor yang masih berada di depan kita, akan makin percaya diri (pede aja lagi…), bahwa kita tidak akan mampu mengejarnya. Karena mereka tahu persis bahwa sebagian pegawai kita adalah pegawai ece-ece dari kompetitor papan bawah atau papan menengah yang kualitasnya, sekualitas beras raskin.



B. Merekrut Pegawai Kompetitor Yang Sedang Tumbuh & Berlari Cepat : Kita Untung dan Kompetitor Rugi (Double Positive Impact)

Jika organisasi kita melakukan hal ini, maka kita mendapatkan 2 manfaat kesalahan sekaligus, karena (i) kita memenguntungkan diri sendiri, (ii) kita merugikan kompetitor. Alasannya :
1. Kompetitor yang tumbuh dan berlari cepat berarti didukung oleh pegawai yang baik, jadi layak direkrut, bahkan di bajak
2. Dari pegawai kompetitor papan atas, kita akan memperoleh gambaran mengenai strategi, system, dan kekuatan kompetitor dalam perjalanannya menjadi organisasi unggul. Selain itu, kita juga dapat mengadaptasi budaya kerja dan nilai-nilai kompetitor yang memang dianggap baik
3. Kompetitor papan atas, akan dirugikan kalau pegawai terbaiknya kita bajak. Percepatan gerakan dan kinerja kompetitor papan atas berpeluang untuk menurun dan keseimbangan organisasinya menjadi oleng. Ini merupakan peluang kita untuk menyalip mereka, kalau organisasi kita mampu mengoptimalkan kinerjanya
4. Jarak kita dengan kompetitor papan bawah dan menengah akan semakin jauh, sedangkan jarak kita dengan competitor terdepan akan semakin dekat. Hal ini jelas akan merubah peta persaingan dan posisi kita dalam industri
5. Kalau kualitas pegawai menjadi mirip atau semakin sama dengan competitor papan atas, maka kompetitor yang ada didepan kita akan makin grogi menghadapi strategi dan maneuver yang dilakukan oleh organisasi kita


Jadi saran saya, kalau ada mantan pegawai kompetitor pecundang yang sudah anda kalahkan, melamar ke organisasi anda, tindakan yang tepat adalah harus ditolak mentah-mentah………. Kalau kita mau menang, kita harus merekrut pegawai dari organisasi yang sekelas Manchester United, Barcelona, atau Intermilan…… di sektor industrinya masing-masing……… kalau bisa dapet pegawai sekelas Libron (L23) kaya di NBA……..ya nggak?

Written By : DR Yudi Pramudiana di http://yudipram.wordpress.com
Judul Asli : Merekrut Pegawai Kompetitor

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Tips%20Memenangkan%20Persaingan%20Bisnis%20:%20Merekrut%20Pegawai%20Kompetitor&&nomorurut_artikel=297

Senin, 02 Mei 2011

Selamaat hari pendidikan nasional, semoga bangsa kita segera mengalami kemajuan dalam dunia pendidikan secara nasional. Dengan jalan pendidikan, mengantarkan jepang menjadi bangsa yang maju dalam industrialisasi maupun teknologi. Pendidikan pula mampu membangkitkan eropa dari zaman malaise. Sehingga kemajuan bangsa ind0nesia, maupun kebangkitan ekonomi perlu di awali dengan revolusi pendidikan.

Revolusi politik, hanya menghancurkan negara dan membangun dari kehancuran, namun revolusi pendidikan memaksimalkan yang ada untuk membangun kemajuan bangsa.

Saya katakan perlu kebranian, karena bangsa kita saat ini masih menjadi bangsa cengeng, pendidikan terkendala masalah modal, daerah tidak mendukung dan bla bla bla.
Sehingga ada yang berpendapat peningkatan pembangunan ekon0mi dulu baru pendidikan.

Bagaimana mau membangun ekonomi kalau masih banyak rakyat yang bodoh? masih banyak pembodohan yang dilakukan sglintir elit?

bagaimana mau meningkat pertumbuhan ek0n0mi bila ketergantungan m0dal asing masih kuat?

Rev0lusi pendidikan menjadi keharusan, bangsa kita memiliki SDA yg kaya namun karena Sdmnya lebih banyak yang kurang pendidikan, yang bodoh lebih banyak dari yang pintar.

Pemerintah perlu nekat membuat pr0sentasi angran yg besar >dari 30% atau 40%, dan mendorong pemerintah daerah dengan payung hukum tentunya, 20%.

pengawasan yang ketat jalanyanya program tersebut. Penuhi fasilitas, dan akomodir orang-orang putus sekolah lewat pr0gam belajar paket penyetaraan.

Masalah pengelolaan perek0n0mian bangsa n0 2. Bagaimana tidak berbahaya jika di pegang orang2 yg tidak pandai, atau rakyat yang sangat mudah diperdaya dedengkot penjajah ek0n0mi dari negara asing.


Ketika semua banyak yang terdidik, banyak s1, bahkan s2 atau s3, masyarakat mulai berfikir unt membalas jasa negara, berfikir itu sifat manusia yang slalu mencari solusi permasalahan.

Bangsa kita dapat dengan mudah menghapus kemiskinan dalam waktu setauan karena kecerdasan bangsa.

Bahkan permasalahan perburuhan yang terjadi selama ini tidak perlu terjadi bila bangsa kita bangsa yang cerdas.

Pengikatan orang orang yang memiliki bakat perlu "diikat" jangan keluar negri agar ada keberlanjutan ilmu dikalangan penerus bangsa.

Kemajuan pendidikan sudah barang tentu mengantarkan perubahan dari bangsa k0nsumtif menjadi pr0duktif.

Sehingga perlu dukungan dari semua pihak mengenai revolusi pendidikan dan pemerintah perlu melakukan d0rongan dan penguatan.

Minggu, 01 Mei 2011

Setiap 1 mei diperingati sebagai hari buruh internasional. Namun dari tahun ketahun tagal 1 mei para buru di indonesia tidak pernah merayakan, namun turun kejalan untuk memperingatkan pemerintah bahwa dari tahun ketahun hak mereka belum terpenuhi.

Hari buruh berbeda dengan 17san yg dirayakan dengan hingar bingar sebagai peringatan kemerdekaan, namun 1 mei yang terdengar adalah terikan dan kecaman menuntut keadilan.

Terkadang istilah buruh di kaburkan dengan istilah bekerja. Pns mengaku buruh, artis juga mengaku buruh, bisa-bisa SBY juga mengaku sebagai buruh. Buruh sudah pasti pekerja, namun pekerja belum tentu mendapat sebutan buruh.

Istilah Buruh dapat kita sempitkan menjadi, para pekerja papa posisi struktural pada tingkat bawah dalam usaha perindustrian maupun pertanian dalam pembuatan barang atau pun jasa. Lebih spesikik lagi adalah karyawan pabrik, maupun buruh tani, yang kebanyakan kedua pekerjaan ini yang belum terpenuhi hak dan rasa keadilan.

Sementara itu yang menjadi perhatian saya, buruh pabrik yang meliputi televisi dari taun ketahun stiap tanggal 1 mei. Dimana stiap tahun penuntutan hak.
Hak yang sering kali mereka tuntut:
1) Upah yang layak.
2) jaminan sosial.
3) Penghapusan pekerja kontrak.
4) supermasi hukum.

Menurut hemat saya, hak tersebut sukar terpenuhi bila pola sistem kepemilikan modal tetap dan tidak berubah atau hukum selalu dirubah sesuai kepentingan elite.

Buruh lebih tidak ikut andil dalam dalam pengambilan keputusan tapi mereka yang paling keras berkerja, kebijakan dapat sesuai seperti kehendak buruh hanya insidental bila terjadi pemogokan.
Sifat pemerintah yang mulai tidak tahu malu bisa saja di perbolehkan pengurangan dratis tenaga manusia di ganti dengan tenaga mesin.

Sepatutnya para buruh membuat badan usaha sendiri, dimana setiap pekerja memiliki andil modal/saham. Tentu profesionalisme di perlukan. Dengan tetap para buruh menjadi terbahawah dalah struktur kerja, sementara manajer dan lain lain ada di urutan atas, namun tetap kebijakan perusahaan harus mendapat persetujuan dari para buruh dengan kata lain manajer bekerja pada buruh.

Badan usaha yang cocok adalah koprasi. Saat ini koprasi bergerak pada usaha dengan produksi minimalis. Konfersi buruh menjadi pemegang saham pada giliranya meningkatkan produktifitas koprasi. Selain itu usaha lebih kekeluargaan. Namun yang menjadi masalah masyrakat kita enggan berfikir menantang, dan inginnya yang mudah terus namun pada giliranya menutut hak.

Hak akan terpenuhi bila melakukan kewajiban. Dan kewajiban yang mampu menjangkau hak adalah pekerjaan yang pekerjanya mendominasi pembuatan keputusan.

Solusi saya tentu memiliki dampak lain, namun membiarkan buruh menuntut hak mereka tanpa ada perubahan dalam usaha mencapai hak maka sulit hak tersebut akan tercapai.
Mencari hakekat kebenaran mungkin sering kita ucapkan, tapi susah dilaksanakan. Makhluk apa itu kebenaran juga kita kadang masih tidak mengerti.Yang pasti bahwa “benar” itu pasti “tidak salah”. Pertanyaan-pertanyaan kritis kita di masa kecil, misalnya mengapa gajah berkaki empat, mengapa burung bisa terbang, dsb kadang tidak terjawab secara baik oleh orang tua kita. Sehingga akhirnya sering sesuatu kita anggap sebagai yang memang sudah demikian wajarnya (taken for granted). Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut pandang kebenaran termasuk bagaimana membuktikannya. Saya mencoba ulas masalah hakekat kebenaran ini dari tiga sudut pandang yaitu: kebenaran ilmiah, kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat.
Harus kita pahami lebih dahulu bahwa meskipun kebenaran ilmiah sifatnya lebih sahih, logis, terbukti, terukur dengan parameter yang jelas, bukan berarti bahwa kebenaran non-ilmiah atau filasat selalu salah. Malah bisa saja kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat terbukti lebih “benar” daripada kebenaran ilmiah yang disusun dengan logika, penelitian dan analisa ilmu yang matang. Contoh menarik adalah kasus patung Kouros yang telah diteliti dan dibuktikan keasliannya oleh puluhan pakar selama lebih dari 1,5 tahun di tahun 1983, bahkan juga dianalisa dengan berbagai alat canggih seperti mikroskop elektron, mass spectrometry, x-ray diffraction, dsb. Namun beberapa pakar lain (George Despinis, Angelos Delivorrias) menggunakan pendekatan intuitif sebagai ahli geologi dan mengatakan bahwa patung tersebut palsu (terlalu fresh, seolah tidak pernah terkubur, kelihatan janggal). Akhirnya patung itu dibeli dengan harga tinggi oleh museum J. Paul Getty di California dengan asumsi kebenaran ilmiah lebih bisa dipertanggungjawabkan. Kenyataan kemudian membuktikan bahwa semua dokumen tentang surat tersebut palsu, dan patung itu dipahat disebuah bengkel tempa di Roma tahun 1980. Cerita ini menjadi pengantar buku bestseller berjudul Blink karya Malcolm Gladwell.
KEBENARAN ILMIAH
Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden, koheren.
• Kebenaran Pragmatis: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila memiliki kegunaan/manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Yadi mau bekerja di sebuah perusahaan minyak karena diberi gaji tinggi. Yadi bersifat pragmatis, artinya mau bekerja di perusahaan tersebut karena ada manfaatnya bagi dirinya, yaitu mendapatkan gaji tinggi.
• Kebenaran Koresponden: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori koresponden menggunakan logika induktif, artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Dengan kata lain kesimpulan akhir ditarik karena ada fakta-fakta mendukung yang telah diteliti dan dianalisa sebelumnya. Contohnya, Jurusan teknik elektro, teknik mesin, dan teknik sipil Undip ada di Tembalang. Jadi Fakultas Teknik Undip ada di Tembalang.
• Kebenaran Koheren: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori koheren menggunakan logika deduktif, artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal umum ke khusus. Contohnya, seluruh mahasiswa Undip harus mengikuti kegiatan Ospek. Luri adalah mahasiswa Undip, jadi harus mengikuti kegiatan Ospek.
KEBENARAN NON-ILMIAH
Berbeda dengan kebenaran ilmiah yang diperoleh berdasarkan penalaran logika ilmiah, ada juga kebenaran karena faktor-faktor non-ilmiah. Beberapa diantaranya adalah:
• Kebenaran Karena Kebetulan: Kebenaran yang didapat dari kebetulan dan tidak ditemukan secara ilmiah. Tidak dapat diandalkan karena kadang kita sering tertipu dengan kebetulan yang tidak bisa dibuktikan. Namun satu atau dua kebetulan bisa juga menjadi perantara kebenaran ilmiah, misalnya penemuan kristal Urease oleh Dr. J.S. Summers.
• Kebenaran Karena Akal Sehat (Common Sense): Akal sehat adalah serangkaian konsep yang dipercayai dapat memecahkan masalah secara praktis. Kepercayaan bahwa hukuman fisik merupakan alat utama untuk pendidikan adalah termasuk kebenaran akal sehat ini. Penelitian psikologi kemudian membuktikan hal itu tidak benar.
• Kebenaran Agama dan Wahyu: Kebenaran mutlak dan asasi dari Allah dan Rasulnya. Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indra manusia, tapi sebagian hal lain tidak.
• Kebenaran Intuitif: Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. Kebenaran intuitif sukar dipercaya dan tidak bisa dibuktikan, hanya sering dimiliki oleh orang yang berpengalaman lama dan mendarah daging di suatu bidang. Contohnya adalah kasus patung Kouros dan museum Getty diatas.
• Kebenaran Karena Trial dan Error: Kebenaran yang diperoleh karena mengulang-ulang pekerjaan, baik metode, teknik, materi dan paramater-parameter sampai akhirnya menemukan sesuatu. Memerlukan waktu lama dan biaya tinggi.
• Kebenaran Spekulasi: Kebenaran karena adanya pertimbangan meskipun kurang dipikirkan secara matang. Dikerjakan dengan penuh resiko, relatif lebih cepat dan biaya lebih rendah daripada trial-error.
• Kebenaran Karena Kewibawaan: Kebenaran yang diterima karena pengaruh kewibawaan seseorang. Seorang tersebut bisa ilmuwan, pakar atau ahli yang memiliki kompetensi dan otoritas dalam suatu bidang ilmu. Kadang kebenaran yang keluar darinya diterima begitu saja tanpa perlu diuji. Kebenaran ini bisa benar tapi juga bisa salah karena tanpa prosedur ilmiah.
KEBENARAN FILSAFAT
Kebenaran yang diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baik sesuatu itu ada atau mungkin ada. Kebenaran filsafat ini memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran yang unik dan dibagi dalam beberapa kelompok (madzab). Bagi yang tidak terbiasa mungkin terminologi yang digunakan cukup membingungkan. Juga banyak yang oportunis alias menganut madzab dualisme kelompok, misal mengakui kebenaran realisme dan naturalisme sekaligus.
• Realisme: Mempercayai sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri dan sesuatu yang pada hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang.
• Naturalisme: Sesuatu yang bersifat alami memiliki makna, yaitu bukti berlakunya hukum alam dan terjadi menurut kodratnya sendiri.
• Positivisme: Menolak segala sesuatu yang di luar fakta, dan menerima sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Tolok ukurnya adalah nyata, bermanfaat, pasti, tepat dan memiliki keseimbangan logika.
• Materialisme Dialektik: Orientasi berpikir adalah materi, karena materi merupakan satu-satunya hal yang nyata, yang terdalam dan berada diatas kekuatannya sendiri. Filosofi resmi dari ajaran komunisme.
• Idealisme: Idealisme menjelaskan semua obyek dalam alam dan pengalaman sebagai pernyataan pikiran.
• Pragmatisme: Hidup manusia adalah perjuangan hidup terus menerus, yang sarat dengan konsekuensi praktis. Orientasi berpikir adalah sifat praktis, karena praktis berhubungan erat dengan makna dan kebenaran.
REFERENSI
1. Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Agustus 2003.
2. Sulistyo-Basuki, Metode Penelitian, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, April 2006.
3. Logika, http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
4. Penalaran, http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://romisatriawahono.net/2007/02/20/hakekat-kebenaran/