Kamis, 27 Maret 2014


Banyak penulis-penulis  yang memiliki potensi luar biasa yang takut untuk menampilkan tulisannya di publik, padahal jika dikembangkan terus bakat menulisnya akan menjadi luar biasa. Alasan yang sering digunakan diantaranya karena takut tulisannya akan dinilai jelek, sehingga memilih tulisannya di simpan di bawah tilam, dan sekedar menjadi catatan pribadi. Perlu di pahami, kita hidup kesempatan untuk medulang pahala, salah satunya melalui tulisan. Umur tulisan bisa lebih panjang dari orangnya, bahkan bisa sampai akhir zaman. Maka bisa menjadi amalan jariyah dan akan memberi kontribusi tidak sedikit  untuk investasi akhirat.

Semua butuh ikhtiar dan kembali kepada kehedak Allah. Tidak bisa kita berharap seperti kisah kolosal: catatan hidup kita akan dibaca setelah kita meninggal. Kemudian di publikasikan dan menjadi pembicaraan banyak orang. Itu yang sering kita dapatkan dibebeberapa kisah suatu tokoh pergerekan atau pemikir. Namun perlu kita pahami, manusia boleh berangan-angan menyusun rencana hebat, tetapi ketetapan Allahlah yang akan menentukan segalanya. Dapat saja Alllah berkehendak lain, tulisan kita tidak ditemukan atau mungkin ada kejadian yang menyebabkan tulisan kita hilang, semisal terbakar atau hnyut terbawa banjir misalnya.


Umur tulisan yang beredar pun tidak ada yang tahu, dapat saja Allah mencabut ingatan dari semua orang yang pernah menyerap ilmu kita. Sedangkan penulis yang masih hidup pun punya ancaman untuk hilang ingatan. Maka sepatutnya kita jangan takabur dan sombong, dengan mereka-reka tulisan kita akan dikenang(itu pun kalau tulisan Anda bagus dan menggugah), sedang tidak pernah ada upaya untuk menampilkan tulisan-tulisan kita di depan umum. Entah bagaimana kehendak Allah setelah kita meninggal terhadap tulisan kita, kita tetap berusaha membuat tulisan sebaik mungkin, dan menyungguhkan kepada pembaca dengan pelajaran sebermakna mungkin. Sehingga apapun kehendaknya, kita telah memanfaatkan hidup untuk beramal kebaikan dengan memaksimalkan kemampuan menulis. Jika ada tulisan dengan kata mutiara namun tidak pernah disebarkan tentu tidak memberi manfaat bagi orang lain. berbeda dengan tulisan semumpama sebongkah permata yang belum di gosok. Mesti tak seterang sinar mutiara namun berlahan demi berlahan kilaunya memberi manfaat hingga titik akhir yang tidak di duga. Bahkan memiliki pontensi bersinar lebih terang.

Maka dari itu sangat banyak sekali manfaat kita menampilkan tulisan kepada orang lain. Paradigma salah yang beranggapan membuat tulisan harus sekali bagus, sehingga takut untuk dikeritik harus  kita buang jauh. Perlu kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan dan kekurangan, manusia juga gudangnya lupa. Ada kesalahan yang dia tahu namun terlupakan, di sinilah fungsi keritikan dari pembaca untuk penulis. Manusia yang baik bukan manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi manusia yang yang mau memperbaiki kesalahan,dari sinilah penulis akan mengetahui di mana letak kekurangan dan keunggulannya. Kuncinya terus belajar dan ingat, jangan patah arang dengan keritikan orang lain. Selagi mengingatkan sesama dalam kebaikan, patut kita dengarkan keritikan orang tersebut. Kuncinya tanggung jawab, misal ada yang mengatakan tulisan Anda jelek. Jangan berhenti begitu saja, minta orang tersebut di mana letak jeleknya, berlebihan, atau kekurangannya. Justeru ketika kita sering dikeritik, mendapa pujian terasa hambar. Apa lagi cuman bilang “bagus”, pujian yang bagus sebagimana keritikan yang bagus, di mana pembaca mampu menunjukan letak bagus tulisan Anda.
Banyak hal yang tidak kita ketahui, dan banyak hal yang kita ketahui tetapi sering kita abaikan. Salah satu membuka ketidak tahuan tersebut dengan membuka diri kepada orang lain dalam hal keritik, saran dan masukan. Karenatulisan media belajar untuk menyampaikan pesan serta komunikasi lintas zaman.  Dengan menyebar luaskan pemikiran kita, harapanya mempermudah generasi setelah kita dalam menyelami ilmu. Sehingga ilmu kita akan terus berkembang, karena ada yang mengembangkan.

Hal yang perlu Anda ingat ketika menerima banyak masukan bahwa: penulis yang baik  bukan hanya ingin menerima masukan saja, namun mau terbuka memberi masukan kepada penulis yang lain. Memahami proses belajar orang lain, tidak merendahkan karena waktu kematangan sesorang berbeda. Jika merasa masih belajar, anggaplah belajar berbagi. Jika kita tak pernah memberi saran dan masukan, sebuah hal mengherankan. Setidaknya masukan ketika Anda mampu menghadapi kesulitan.  Inilah fungsi ingat mengingatkan, baik materi tulisan kepada pembaca, atau apresiasi sesama penulis. Adapun empat hal manfaat ketika kita menerima keritikan, saran dan masukan dari pembaca:

1.      Mengasah Kempuan
Penulis yang mendapat keritikan dia akan tahu letak kelemahan dan kekurangannya, sehingga mengetahui mana yang akan diperbaiki. Penulis yang mendapat apresiasi positif juga akan mengetahui kelebiha serta karakter yang dimiliki, sehingga bisa mengetahui sisi yang harus dikembangkan dan dipertahankan. Ketika siap untuk di keritik, maka akan banyak masukan dari pembaca sehingga muncul saran-saran untuk tulisan selanjutnya yang lebih baik.

2.      Umpan Balik
Penulis menginginkan tulisannya mudah dipahami pembaca dan dapat diterima. Ketika tulisannya di publikasikan maka dia akan tahu bagian-bagian yang memiliki kelemahan yang sukar dipahami pembaca. Penulis akan tahu bagian yang perlu dikembangkan serta mengetahui bagian tulisan yang perlu pembahasan khusus.

3.      Validasi Isi
Pembaca melalui kolom komentar terkadang memberi penguatan terhadap materi tulisan Anda. Maka ini dapat menjadi validasi isi tulisannya. Atau penulis lain yang meminta referensi dari tulisan Anda, maka Anda akan terdorong untuk menelaah sumber yang lebih akurat.

4.      Transfer Ilmu
Seperti saya jelaskan sebelumnya, menulis menjadi kesempatan Anda menyalurkan pemikiran Anda. Meneransfer ilmu yang Anda miliki sekaligus untuk menambah ilmu. Akan terjadi komunikasi dan interaksi dengan pembaca membahas persoalan yang Anda ajukan.

5.      Pengembangan
Ketika tulisan Anda diajukan kepembaca, Anda akan mengetahui corak tulisan, isi pesan, gaya tulisan yang Anda miliki. Anda akan lebih fokus dalam suatu tema atau membuat Anda lebih mengesploriaritasi kemampuan menulis ke tema-tema yang lain. Sebagai pembelajaran, perlu ada hal baru dalam tulisan Anda. Terutama bagian-bagian yang telah menemukan titik jemu perlu penyegaran dalam tulisan Anda. Baik jenis pesan, jenis tulisan, gaya bahasa, sudut pandang atau yang lain.
Inilah kelima manfaat yang saya ajukan kepada kawan-kawan dan kelima manfaat ini Alhamdullilah sudah saya rasakan. Semoga dapat memotivasi para penulis untuk berani menampilkan tulisannya di publik. Namun bagaimana pun masih ada yang gamang ketika akan menampilkan tulisan di ranah publik, maka ada beberpa tips siap mengajukan tulisan yang perlu kawan-kawan diketahui:

1.      Periksa Ejaan
 Pertama ketika sebelum diterbitkan, perhatikan ejaan tulisan. Usahakan jangan sampai ada yang salah ejaan, baik yang salah ketik atau kata tidak baku(kecuali istilah ilmiyah asing yang diberi keterangan). karena cukup menjengkelkan, jika bukan isi yang dikeritik melainkan cara penulisan, terlebih banyak yang salah ketik. Perlu dipahami, karena inilah yang menggangu mata baca pembaca.

2.      Siapkan Tulisan Dengan Matang
Baca tulisan berulang-ulang, pastikan satu padu antar kalimat di dalam paragraf, serta antar paragraf yang satu dengan yang lain. Serta susunan tulisanya lengkap, kata pendahuluan, ada pemaparan masalah, analisis masalah juga kesimpulan. Sekalipun tulisannya sedikit hal-hal tersebut cukup penting. kalau tidak ada kesimpulan tentu pembaca akan kebingungan mau di bawa kemana oleh penuis.

3.      Referensi
Anda perlu memperhatian jenis tulisan, jika mengarah pada tulisan ilmiyah maka perlu mepersiapkan referensi. Kalau perlu di dalam tulisan atau disiapkan saja jika bentuknya opini. Perlu Anda ingat, tulisan yang beropini berdasarkan opini orang lain jika referensinya memadai lebih mudah dari prosa mengarang bebas. Kita tinggal mencatut pendapat-pendapat kemudian disimpulkan. Terlebih referensinya melimpah, maka mudah sekali membuat tulisan panjang. Tantangan terberat dalam karya ilmiyah ketika tulisan tersebut harus penulis buktikan lewat penelitian jika hendak di paparkan.

Demikian menulis semakin membuat kita membuka diri, terbuka dengan orang lain untuk menerima keritik saran, saling memberi dan bertukar informasi. Serta mendorong seorang penulis menghargai penulis lainnya. semoga dapat di ambil manfaatnya tulisan ini oleh pembaca, serta manfaat yang penulis paparkan mendorong rekan-rekan sekalian untuk terus semangat menulis.

02 januari 2014



0 komentar :

Posting Komentar