Kamis, 15 September 2011



Manusia didunia ini di uji untuk menjadi hamba yang terpilih. Pada fitrahnya manusia memiliki sifat yang baik. Namun manusia memiliki kekurangan yaitu hawa nafsu. Hawa nafsulah yang membuat tergelincir pada dosa.


Manusia mahluk yang paling sermpurna yang diciptakan Allah dengan mahluk lain seperti jin dan malaikat. Malaikat sempat mempertanyakan untuk apa manusia dijadikan kalifah dibumi karena dikawatirkan dapat melakukan kerusakan.
Dugaan malaikat salah Allah memiliki rencana lain yang tidak diketahui malaikat dan malaikat pun menyesal. Keunggulan manusia Allah tunjukan dengan keitelektualanya terhadap pengetahuan benda-benda dilangit.

Dan Allah memberi peritah untuk bersujud kepada manusia sebagai wujud penghormatan. Malaikatpun bersujud. Namun iblis menolak karena merasa lebih mulia. Dia merasa kedudukanya direbut. mencuncul kesombongan dalam dirinya. Allah pun murka namun dia tidak menyesal dan berniat menyesatkan anak cucunya untuk membuat manusia ingkar. Inilah keingkaran pertama yang dilakukan hamba Allah.

Sejak iblis diusir dari surga dia bersumpah akan menyesatkan umat manusia dari jalan Allah. Kemudian ia merekrut tentara-tentara yang bersedia untuk menyesatkan orang-orang beriman baik secara nyata (manusia) maupun secara goib (jin). Golongan penyesat baik dari golongan jin dan manusia kita kenal sebagai syaitan.

Syaitan mencoba meracuni alam pikiran manusia agar ingkar dan durhaka terhadap Allah. Mereka memiliki misi melakukan penyesatan yang sesesat-sesatnya bila perlu lebih sesat dari iblis. Sehinga dapat menjadi simpatisan penyesatan umat manusia. Iblis dan syaitan menginginkan umat manusia semua menjadi kafir, dan hidup penuh kesesatan sampai akhir zaman, maka dari itu mereka tak henti-hentinya menyerang kaum muslim.

Bentuk penyesatan syaitan berupa pemberian paham yang salah tentang sifat Allah. Mereka menebarkan faham sifat-sifat Allah memiliki unsur-unsur tersendiri yang berserikat untuk membangun alam semesta. Inilah yang kita kenal sebagai musyrik.

Adapun paham yang lebih gila yang menyamaratakan Allah sebagai pencipta dengan ciptaan-Nya baik dari segi wujud, kekuatan, kekuasaan, perbuatan maupun kebutuhan. Inilah yang kita kenal sebagai syirik. Musyrik dan syirik berjalan seiring diatas keingkaran dari kehendak Allah.


Kedua sikap ini sangat dibenci Allah dan tidak mengampuni kematian dalam keadaan tersebut diakherat kelak. Karena telah melakukan perbuatan tidak pada tempatnya dan caranya pun salah.


Paham syirik pada awal masuk islam di indonesia masih dianut beberapa orang yang baru menerima islam. Pada waktu itu kita kenal sebagai perang pemikiran antara abangan dan santri.

Orang abangan belum lepas dari kebudayaan lama, mereka masih memakai benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan. Seperti: jimat, binatang, pohon, serta mengkratmatkan tempat tertentu. Bahkan ada yang bersekutu dengan jin.
Banyak orang yang tahu tentang syirik dan musyrik tetapi meraka tetap nekat melawan hukum Allah karena iman mereka lemah tak kuat menghadapi cobaan hidup.

Banyak orang yang masih kuat imannya pada taraf ini. Kemudian syaitan melakukan penglabuhan kesesatan melalui penggunaan ayat-ayat al quraan sebagai mantra penyembuhan atau menuliskan pada jimad. Banyak syarekat baru yang dimunculkan 'dukun alim'. Banyak masyarakat yang terpedaya dengan kesyaduhan dan keindahan ayat pada jimat. Pada masa itu muncul perang pemikiran dari kaum muslim untuk memberantas bid'ah, tahayul dan khurafat.


Ada cara yang paling tersamarkan dengan menhembuskan sifat-sifat yang hendak menggerus keimanan kaum muslim seperti ria, iri, dengki, sombong, hasat, hasut dll. Sifat tesebut perlu kita jauhi karena itu potensi syirik yang harus kita buang.

Adapun paham yang dihembuskan seperti fasik dan kufur.


Cara selanjutnya menyusupkan orang yang masuk islam padahal hatinya kafir. Dengan menampakan keislaman dihadapan kaum muslim dengan tidak sepenuh hati dan menampakan kekafiran kepada kaum musrikin dengan senuh hati. Itulah orang yang kita kenal sebagai orang munafik.


Pada masa rasululah orang munafik masih malu-malu menampakan kekafirannya disebabkan mereraka takut dengan kekuatan islam yang kokoh pada masa makdinah. Namun ketika rasulalah meninggal banyak orang munafik yang terangan keluar dari islam. Adapula yang tetap islam tapi melaknat rasululah, tidak membayar zakat, mengkuluskan Ali, mengkafirkan sahabat, ada pula yang mengangkat nabi baru.

Pada masa kini meka semakin berani menampakan wujud asli mereka. Meraka berani mencapuradukan ajaran asing kedalam islam, membangkitkan ajaran sesat yang sudah punah, melindungi aliran sesat dengan jubah islam. Itulah mereka kader baru iblis dimasa kini yang bertujuan memurtadkan dan menyesatkan orang-orang yang kagum dengan mereka (murid dan orang awam). Sasaran Pemurtadan yang dilakukan kaum munafik adalah masyarakat luas dan kaum muda. Yang meka mulai dengan pembebasan diri dalam berfikir tentang syariat maupun ibadah. Mereka juga mengeluarkan fatwa dengan metode salah dan hasilnya menyimpang.

Kaum Munafik saat ini juga membiarkan murid mereka berfikir semaunya dengan seenaknya mengkritik hadis shahih, yang berarti mengukur garisan. Sebenarnya mereka lakukan hanyalah mensistematiskan pemikiran naif masyarakat awam, pemikiran nyeleneh anak kecil, mereka juga berani memasukan pemikiran sesat kaum kafir dengan mengatakan semua agama sama. Kemudian mereka memisahkan unsur islam dengan urusan dunia. Mereka hanya mengambil syariat islam yang dianggap menguntungkan dan tidak menyusahkan. Sehinga masyarakat hanya mengejar materi, hobi berfoya-pora dan hanya mengejar kenikmatan.


Kemunafikan perlu kita hindarkan sejauh mungkin karena dapat membawa seorang muslim keluar dari agama tanpa disadari. Cara menghindarkan kemunafikan dapat kita lakuan dengan menjauhkan sifat-sifat yang dimiliki orang munafik seperti: berbohong, ingkar, tidak amanah, menghalalkan yang haram, menharamkan yang halal, berani berkata benar tapi tidak melakukan, bercerai tanpa alasan, dll.

Sikap kemunafikan memang sangat berbahaya. Mereka mengangap diri paling Islam atau menyamaratakan orang islam dengan orang kafir. Ada segolongan orang munafik merasa kasihan dengan orang kafir yang melakukan amal baik di anggap sia-sia begitu saja. Mereka tidak melihat diri sendiri melakukan kesia-siaan tanpa disadari. Menuduh orang islam menjastifikasi padahal mereka sendiri yang tanpa dasar memaksakan firman harus dibenarkan akal. Padahal sudah jelas amalan orang kafir tertolak. Pandangan seperti itu sangat berbahaya bila diterima oleh masyarakat awam.


Sekilas memang orang kafir melakukan kebaikan dan berperang melawan kejahatan. Secara garis besar orang kafir terbagi menjadi dua orang kafir yang endogen dan yang eksogen.

Orang kafir yang berpaham endogen merupakan mereka yang beramal dengan metode salah. Mereka hidup didalam kedamaian yang berjalan diatas kesesatan. Dan kesesatan yang berbalut kedamaian semu. Bahkan seorang yang tidak mengakui adanya Tuhan banyak menentang kekerasan dengan ajaran kemanusiaan. Banyak orang yang meragukan keberadaan Tuhan membuat penelitian tentang obat yang dapat menyembuhkan penyakit dimasyarakat.


Sementara itu orang kafir yang berpaham eksogen merekalah termasuk orang-orang yang melakukan tindak kejahatan, pemuja setan secara terang-terangan, penumbalan, dsb.
Itulah permainan yang diwasiti Iblis. Orang kafir endogen dibina agar mereka menganggap jalan yang sesat adalah jalan yang lurus. Sementara orang kafir eksogen pengukuhan dengan mengabulkan hawanafsu dan keegoisan.


Pertarungan antara kafir endogen dan eksogen merupakan pertarungan semu. Dari pihak endogen mengajukan "dewa" melawan "setan" orang kafir eksogen. Dewa dan setan yang mereka kira berperang sebenarnya sebuah paradoks karena ada pengaturan pertandingan. Bahkan terkadang si setan tetap menang, ketika orang beriman datang setan kalah. Seperti kasus santet antara "dukun putih" melawan "dukun hitam" keduanya sering kali sulit dibedakan hanya saja yang satu mengatakan menolong orang yang disantet, yang satunya membantu orang yang hendak mencilakai. Banyak dukun putih kalah terlebih dukun palsu, saling kirim setan, malah di dalam tubuh penderita "bersalaman". Yang dibilang ilmunya tinggilah, hanya jin kecil yang keluar. Padahal karena musrik vs syirik.

Selain itu kafir endogen menjadi bahan percobaan bagi iblis, iblis memecah belah dan semakin menyesatkan seolah kebenaran menang melawan pengekangan justru kebobrokan yang bertambah. Kebobrokan yang dinila sebagai hal yang bagus diharapkan dapat mendapat citra positif dari orang yang lemah imannya. Dengan begitu penyesatan iblis masuk dengan mudah kedalam islam kerena ada yang menerima.

Seperti kaum agamis yang bertarung dengan kaum liberal. Setelah kemenangan kaum liberal moral umat mereka mulai digeser secara halus. Dibebaskan memilih sesuka hati. Mau berbaju atau tidak, mau khamer atau syirup, mau beragama , tidak beragama, buat agama baru, atau atheis menjadi urusan individu. Pengarahan setelah ada konflik yang merugikan banyak orang. Padahal dari awal kaum liberal merusak moral banyak orang.
Berbeda dengan komunis yang memaksa orang lain untuk menjadi bejat. Mereka menghalangi kaum beragama.


Pertarungan antara komunis dan liberal merupakan keegoisan mereka untuk membuktikan sebagai tentara iblis yang paling kuat dan yang paling banyak mengumpulkan banyak pengikut.


Lebih seru lagi pertarungan antara atheis dengan pengikut gereja setan. Atheis yang tidak percaya adanya Tuhan, malaikat dan setat karena lebih mengagungkan akal. Sementara gereja setan percaya ada tuhan, namun menentang Tuhan dan lebih suka mengagungkan setan. Ketika atheis menyerang dengan "dewa akal" dikeluarkanlah setan oleh pengikutnya, dengan tipu daya setan memunculkan 'keajaiban' dan siap mengabulkan permohonan atheis. Jangankan bertemu setan, bertemu batu ajaib bisa-bisa disembah orang atheis.


Perlu anda ingat ada syirik, musrik, fasik, atau munafik, ada yang besar maupun kecil. Dimana yang kecil adalah potensi buruk yang harus ditutup agar tidak merusak hati. Ketika menderita potensi masih bisa di maklumi oleh Allah tapi ketika semakin besar dan membentuk kararakter personal dapat mengeluarkan dari Islam. Sementara yang namanya kafir ingkar, semuanya tertolak tanpa ampun tak ada kebaikan sebesar zahrah yang dapat menolong orang kafir. Mau kafir besar atau kecil, mau endogen atau eksogen, semuanya memusuhi islam, mereka semua kerak neraka. Semua orang kafir telah disesatkan sesesat-sesatnya oleh Allah. Dikarenakan mereka tidak menggunakan akal, dan hati.


Sudah sepatutnya kita menggunakan keiimanan dengan mejauhi larangan dan menjalankan perintah Allah dengan perinsip dengarkan dan lakukan. Tidak akan besatu haq dg batil, bila dicampur menjadi batil. Mari kita sekeras mungkin menghapus noda hitam ini. Allah menilai usaha kita untuk benar bukan hasil tanpa proses. Dengan meneguhkan keimanan, berarti kita harus meyakini Allah senatiasa mengawasi akan kita.

2 komentar :

  1. Ketika Rasulullah Saw. menantang berbagai keyakinan bathil dan pemikiran rusak kaum musyrikin Mekkah dengan Islam, Beliau dan para Sahabat ra. menghadapi kesukaran dari tangan-tangan kuffar. Tapi Beliau menjalani berbagai kesulitan itu dengan keteguhan dan meneruskan pekerjaannya.

    BalasHapus
  2. begitulah rasullah Idola sebenarnya umat Islam, terimakasih mas dah berkuncung... Maaf baru di buka bls lama tdk di updete tinngalin...

    BalasHapus