Senin, 24 November 2014


Bagi sebagian besar kita akan memberontak dengan judul di atas. Kita sudah sekian lama terkungkun dengan mitos lama tanpa rasa keritis untuk mencari keronologis yang sebenarnya. Bahkan ada aknedot bahwa negara kita tidak dijajah selama 350 tahun bisa jadi lebih. Apalagi saat ini belum berdaulat secara penuh dari intervensi asing. Satu sisi di jajah selama 350 menunjukan kekuatan suatu bangsa tabah dalam memperjuangkan kemerdekaan tapi di sisi lain dapat diartikan betapa peradapan kita sangat tertinggal dengan bangsa lain. Maka benarkah kita di jajah Belanda selam 350 tahun?

 Pertanyaan di atas jika dijawab secara ilmiah maka memerlukan pembutian yang jelas. Bukan sekadar kata Bu Guru/Pak Guru. Kalau dari buku harus berdasarkan uraian keronologis bukan cuman narasi. Lebih beratnya lagi harus ada bukti sejarah. Pertanyaan sederhana tetapi jawabannya tak sesederhana yang kita bayangkan. Kali ini saya sekadar berbagi wawasan, mengingat latar belakang saya konsentrasi ke pelajaran ekonomi makan catatan ini sekadar resume untuk berbagai wawasan dengan kawan-kawan. Alhamdulillah, saya pernah konsultasi dengan anak pendidikan sejarah mengaminkan informasi yang saya dapat.

Saya mulai dari mempertanyakan titik awal penentuan awal 350 tahun penjajahan Belanda atas Indonesia. Ini saja  tidak jelas apakah dari awal kedatangan  Belanda, awal berdirinya VOC, tanah pertama ditaklukan, atau awal pemerintahan Hindia-Belanda terbentuk.

Titik akhir angka 350 tahun juga perlu ditelusuri, apakah 17 agustus 1945 tahun kemerdekaan yang diterjemahkan akhir dari penjajahan Belanda dan Jepang. Atau berakhirnya agresi militer Belanda II. Atau yang lain? Semisal kita sepakat 17 Agustus 1945, ini akan kita temukan keganjalan.

Bangsa asing pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara menurut catatan sejarah adalah bangsa Portugis di Malaka, tahun 1511, sedang Belanda datang kemudian di akhir abad 16. (http://teddytedja.wordpress.com/). Setelah menguasai Malaka selanjutnya Portugis  meninggalkan Malaka menuju kawasan Indonesia Timur. Sedangkan Belanda pertama kali datang tidak dapat berbuat banyak. Berbeda dengan Portugis yang sempat mengobrak-abrik Malaka.

Pada tahun 1595 Linscoten berhasil menemukan tempat-tempat di Pulau Jawa yang bebas dari tangan Portugis dan banyak menghasilkan rempah-rempah untuk diperdagangkan,Peta yang dibuat oleh Linscoten diberi nama Interatio yang artinya keadaan di dalam atau situasi di Indonesia. (www.iskandarberkasta-sudra.blogspot.com/ ).
Secara kasar memang 1945-1595= 350. Tapi tidak logis, selain 1945 Indonesia merdeka dari Jepang bukan dari Belanda. Sebab faktanya tanggal 9 Maret 1942, Belanda menyerah pada Jepang. Penyerahan di Kalijati, Subang, Jabar. ( http://sarahhblogg.wordpress.com/2013/02/06/tugas-kedatangan-belanda-dan-jepang-ke-indonesia/)

Mungkin awal kedatangan Belanda dikurangi tahun kemerdekaan yang dijadikan asumsi. Sementara kita tahu, kita memproklamirkan kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Bukan Belanda karena Belanda telah diusir Jepang. Namun angka 1945 saya gunakan mempermudah saja. Kalau teman tidak mentoleril, harus angka 1942 maka cukup sampai di sini, bahwa Indonesia gak dijajah Belanda 350 tahun.
Mari kita lanjutkan logika kedatangan Belanda. Kedatangan Belanda diusir penduduk pesisir Banten karena mereka bersikap kasar dan sombong. Belanda datang lagi ke Indonesia dipimpin Jacob van Heck pada tahun 1598. (bataviadigital.pnri.go.id/).

Sangat tidak logis, jika pertama menginjakkan kaki lansung semua takluk di bawah kendali Belanda. Jusreru tahun yang diasumsikan sebagai titik tolak kedatangan Belanda ternyata Belanda tidak dapat berbuat banyak, diusir karena pongah. Kemudian datang dengan keramahan, tentu juga bukan awal penjajahan.

Ditambah pada masa itu Kesultanan-kesultanan di Nusantara sedang mengaami puncak keemasan. Seperti Mataram, Goa-Talo, Aceh dll (lengakapnaya lihat http://heart.okwave.com/notes/478/id). Kemudian ditambah lagi bahwa kedatangan awal dilakukan pihak swasta, bukan secara formal Yuridis pemerintahan Belanda. VOC hubunganya dengan Kerajaan Belanda bukan kelembagaan formal horisontal. Namun vertikal, antara swasta dan negeri.

 Keberhasilan ekspedisi-ekspedisi Belanda dalam mengadakan perdagangan rempah-rempah mendorong pengusaha-pengusaha Belanda yang lainnya untuk berdagang ke Nusantara.Diantara mereka terjadi persaingan. Di samping itu mereka harus menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol dan Inggris.Akibatnya mereka saling menderita kerugian, lebih lebih dengan sering terjadinya perampokan perampokan oleh bajak laut.9(iskandarberkasta-sudra.blogspot.com)

Atas prakarsa dari 2 orang tokoh Belanda yaitu Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberinama VOC (Verenigde Oost Indesche Compagnie ) atau ‘Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur’, pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Witter .(iskandarberkasta-sudra.blogspot.com).

Jadi tanggal 1602 VOC didirikan. Karena mengalaim banyak kemunduran maka VOC dibubarkan dan diambil alih Pemerintahan Belanda. 

Januari 1800 – VOC secara resmi dibubarkan, didirikan Dewan untuk urusan jajahan Asia. Belanda kalah perang dan dikuasai Perancis. Wilayah-wilayah yang dimiliki Belanda menjadi milik Perancis. (http://saripedia.wordpress.com/tag/bubarnya-voc/)

Jadi antara 1602 hingga 1800 jajahan yang di atas namakan Kerajaan Belanda masih dalam kendali swasta(VOC). 1945-1800= 145. Berkurang sangat derastis bukan. Bukan 3,5 abad tapi 1,5 abad tidak genap. Kita lanjutkan, seperti yang ditulis pada kutipan di atas, Bahwa waktu itu Belanda ditaklukan Perancis, maka waktu itu secara real, Hindia-Belanda dikuasai Perancis. Orang Belanda di Indonesia merupakan kaki tangan Perancis. Matap bukan ternyata Belanda juga pernah dijajah? Bisa jadi Belanda mencari jajahan untuk biaya perjuangan kemerdekaan bangsanya dan memakmurkan negaranya.

Louis Napoleon sebagai penguasa negeri Belanda pada saat itu, mengangkat Herman Willem Daendels (1808) sebagai gubernur jenderal Hindia Belanda. Tugas utama Daendels adalah mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris dan mengatur pemerintahan di Indonesia. (buihkata.blogspot.com).

 Daendels dikritik karena dianggap telah melakukan tindakan kejam dan penyimpangan dalam bentuk menjual tanah milik negara kepada pihak swasta. Akhirnya, pada tahun 1811, Herman Willem Daendels digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. (buihkata.blogspot.com).

Maka dapat dikatakan masa Daendels tidak dapat dijadikan titik tolak awal penjajahan Belanda. Menariknya, setelah berakhirnya Daendels, berakhir pula kedudukan Perancis di Hidia-Belanda dan masuk awal kolonialisme Inggeris. Hal ini sering terlupakan meskipun dalam buku teks sejarah pelajaran maupun populer tertera. Lihat saja Indonesia di Bawah Pemerintahan Inggris (Raffles 1811-1816) (http://www.plengdut.com/2012/10/indonesia-di-bawah-pemerintahan-inggris.html)

Baru setelah ini Kerajaan Belanda turun tangan mengurusi permasalahan Hindia-Belanda. Uniknya bukan peperangan Belanda dengan Inggeris untuk merebutkan Hindia-Belanda. Tetapi Inggeris menjadikan Hindia-Belanda kado kepada Belanda, sebagai pemenuhan janji lantaran Belanda membantu Inggeris melawan Perancis. Gak maco banget. Jadi kalau kita gunakan 1816 sebagai awal penjajahan Belanda maka kita terjajah sekitar seabat lebih 29 tahun (1945-1816= 129).

Situasi di Indonesia tidak dapat terlepas dari situasi di Eropa. Setelah negara Koalisi berhasil mengalahkan Prancis (Napoleon Bonaparte) dalam Bettle of the Nation di Leipzig (1813), kemudian mengadakan kongres di Wina. Berdasarkan Kongres Wina tahun 1814, Belanda menjadi negara merdeka. Selanjutnya berdasarkan Konvensi London (antara Inggris-Belanda 1814), Belanda menerima tanah jajahannya kembali yang diserahkan kepada Inggris berdasarkan Kapitulasi Tuntang (1811). Penyerahan Indonesia dari pihak Inggris kepada Belanda terealisir pada tahun 1816, pihak Inggris diwakili oleh John Vendall, sedangkan di pihak Belanda oleh tiga orang Komisaris Jenderal yakni Elout, Buyskes, dan Van der Capellen. (http://www.plengdut.com/2012/10/indonesia-di-bawah-pemerintahan-inggris.html).

Lalu jadi pertanyaan mengapa Belanda menjajah negara kita dan ingin kembali menjajah?(Terbukti dengan adanya agresi militer Belanda I dan II serta baru-baru ini mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat). Anda tahu Belanda itu negara tandus, miskin, dan katrok. Daratan saja hampir tidak punya kalau tidak mengeringkan laut. Maka ketika melihat tanah yang subur menjadi rakus. Terjadilah tanam paksa dan kerja rodi untuk membangun negaranya.

Menariknya lagi, Belanda tidak langsung menguasai sepenuhnya Indonesia. Ada Perlawanan sengit bertahun-tahun dari aceh. Belum Perang Dipenogoro, Perang Paderi, dan Perlawanan di daerah lain setelah tahun 1811. Selama perang Belanda tentu tak langsung dapat dengan mudah menjamah bumi Indonesia. Sampai sini dulu, lain kali dilanjut atau kalau penasaran tanya Sejarawan atau buka buku sejarah. Kalian runut taun-taun di atas. Semoga resume ini bermakna dan berguna bagi wawwasan kita semua.

SUMBER BACAAN:

http://heart.okwave.com/notes/478/id
http://iskandarberkasta-sudra.blogspot.com/2011/02/kedatangan-belanda-ke-indonesia.html
















0 komentar :

Posting Komentar