Sabtu, 15 April 2017


kesombongan, ujub, ria, membanggakan diri dan beragam variannya memang menjadi penyakit hati yang berbahaya. Sombong ada itu ada bayak tingkatannya, varian, dan tahapannya namun kali ini kita akan membahas produk kesombongan kadang bikin tepok jidat. Apa saja itu, ayu simak.

1. Membanggakan Diri dengan Topeng Kedustaan

Modus (modal dusta) tipikal orang macam ini. Tidak mau rendah dihadapan orang lain. Padahal jika orang lain tahu kedoknya akan sangat menjatuhkan harga dirinya. Atau semenit setelah dia pergi seketika lawan bicara menjatuhkan dia.

Misal dalam percakapan:
A. "weh, mau kemana Bro!"
B. "mau ngajar"
A. "saya juga dah ngajar"
B. "di mana?"
A. "di XXX"
B. "Jauh bener"
A. Dapat tugas disitu mau gimana lagi.
Padahal KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau PPL. Tepok jidad. Padahal jika bicara apa adanya lebih terhormat. Contoh lain,
A. Weh pakek baju putih, kamu 'dah bimbingan skripsi atau bagaimana?
B. Ya bimbinganlah, namanya juga orang cerdas.
Padahal UTS mata kuliah micro teacing. Preketek. Masih heran apa utuggnya juga berbaga degan hal yang gak ada, apa adanya orang malah medoakan baik. Kalau ketahuan bohong bukan kekaguman makian dan serapah bisa mucul.

2. Membanggakan kebodohan

Tipe ini membanggakan dengan ketidaktahuanya. Biasanya para OKG atau orang kaya tapi gaptek.
A. Anda kolektor HP?
B. Iya.
A. Kan tiap bulan muncul tipe, apakah Anda gunakan semua programnya?
B. Ya saya suka ganti-ganti aja. Kalau ada tipe baru beli. Jarang sampai otak atik program.
Preketek. HP cuman buat pajangan. HP bagus, tapi taunya hanya buat SMS dan telpon.

3. Membanggakan Saudaranya
Saya sendiri merasa malu kalau orang tua membanggakan anaknya. Karena masih banyak kekurangan. Namun agak dimaklumi, namanya juga orang tua terhadap anaknya. Dan sebagai anak kita juga patut bangga kepada mereka. Namun ada sedikit cerita menurutku mengelitik.
A. Kuliah di mana mas?
B. FISIP UNILA.
A. Kerjanya?
B. BRI.
A. Wah unik juga, mesti IPnya tinggi ya?
B. Iya, Allhamdulillah Bu.
A. Saya juga punya saudara, dia tadinya asdos,  sekarag jadi dosen. Gajinya tinggi. Bla bla bla.
Haduh, apa dikasih modal sama saudara sampean Bu? Jangan-jangan tetangganya bukan saudaranya. He he he
4. Bangga Berbuat Maksiat
 Suatu perbuatan di luar nalar, biasanya bilang. "dari pada munafik" padahal orag yang bangga dengan dosanya itu lebih buruk dari orang yang masih malu dan menutupi perbuata dosanya.


5. Dan Lain-Lain

Silahkan kalau ada yang mau menambakan . Memang orang yang terlalu membanggakan diri atau sesuatu yang lain bikin kesal dan gubrak. He he he

0 komentar :

Posting Komentar